Rokanhulu-AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai sosok yang pendiam, berwibawa, namun tetap humble dan dekat dengan masyarakat.
Sejak dipercaya menjabat sebagai Kapolres Rokan Hulu, kiprahnya semakin terlihat. Namanya tidak hanya dikenal melalui ketegasannya dalam memberantas narkoba, tetapi juga karena pendekatan humanis yang ia bangun di tengah masyarakat.
Dalam pemberantasan narkoba, jajaran Polres Rokan Hulu di bawah kepemimpinannya terus menunjukkan keseriusan. Salah satunya melalui pengungkapan jaringan bandar besar dengan barang bukti narkoba lebih dari satu kilogram serta ratusan pil ekstasi.
Namun, di balik ketegasan seorang Kapolres dalam memberantas kejahatan, ada sisi lain dari sosok Emil yang justru membuatnya semakin dekat dengan masyarakat.
Salah satunya melalui program Jumat Berkah. Setiap hari Jumat, ia menyediakan makanan gratis bagi masyarakat di Pasir Pangaraian. Bukan sekadar membagikan makanan, tetapi menjadi cara sederhana untuk menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan.
Tak jarang pula, Emil terlihat berkomunikasi dengan para pedagang makanan di pinggir jalan. Ia membeli dagangan mereka, kemudian makanan tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitarnya.
Momen-momen sederhana itu bahkan beberapa kali terekam dalam video dan dokumentasi masyarakat.
Tidak ada panggung. Tidak ada seremoni besar. Hanya seorang pejabat yang datang, membeli makanan dari rakyat kecil, lalu berbagi dengan sesama.
Ketika ditanya apa tujuan dari kebiasaan tersebut, Emil menjawab sederhana bahwa semua itu merupakan bagian dari tugasnya sebagai abdi negara.
Terlebih setelah diberi amanah sebagai Kapolres Rokan Hulu, ia ingin memberikan contoh kepada seluruh jajarannya agar hidup sederhana, tidak berjarak dengan masyarakat, dan mampu menyelami kehidupan rakyat yang mereka layani.
“Kita ingin tidak ada penghalang dengan masyarakat.”
Kalimat sederhana itu menjadi gambaran bagaimana Emil memaknai tugasnya.
Baginya, menjadi polisi bukan hanya tentang seragam, kewenangan, dan penegakan hukum. Lebih dari itu, seorang polisi harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluh kesah mereka, memahami kehidupan mereka, dan menunjukkan bahwa negara hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga dalam hal-hal kecil yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Mungkin itulah yang membuat sosok AKBP Emil Eka Putra tidak hanya dihormati karena ketegasannya, tetapi juga dikenang karena kerendahan hatinya.
Karena terkadang, untuk mendekatkan negara dengan rakyat, tidak dibutuhkan sesuatu yang besar.
Cukup dengan hadir, menyapa, membeli dagangan mereka, berbagi makanan, dan memperlakukan masyarakat dengan hati. Jurnalis inforohul













