Tokoh Adat Tambusai Utara Khawatir Dugaan Mobilisasi Massa Picu Konflik di Rantau Kasai

Rokan Hulu, Inforohul.com – Tokoh adat Tambusai Utara, Sariman S, selaku Payung Negeri Persukuan Melayu Rantau Kasai, menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan rencana mobilisasi massa oleh oknum yang diduga berasal dari PT APN atau PT Agrinas.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 30 Maret 2026 di Lembaga Kerapatan Adat Melayu Rantau Kasai. Ia menilai, mobilisasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas karyawan PT Rantau Kasai Group (RKG) serta memicu ketegangan di lapangan.

“Situasi ini perlu menjadi perhatian serius dari pihak aparat penegak hukum, khususnya Polres Rokan Hulu Polda Riau, karena berpotensi menimbulkan konflik, bahkan dikhawatirkan dapat menyebabkan korban jiwa,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, ratusan hingga ribuan masyarakat adat Melayu dari berbagai wilayah di Riau tampak hadir memberikan dukungan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Rantau Kasai.

Sementara itu, Ketua Tim Firma Hukum ADIL, Andri Hasibuan SH, selaku kuasa hukum masyarakat adat dan karyawan PT Rantau Kasai Group, menyebut bahwa berkumpulnya massa merupakan bentuk solidaritas atas dugaan penguasaan sepihak oleh PT APN.

Ia menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan penyelesaian melalui jalur hukum, baik litigasi maupun non-litigasi. Saat ini, kasus pembakaran pos telah dilaporkan ke Polda Riau dan gugatan terhadap pihak terkait tengah dipersiapkan.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis. Biarkan proses hukum berjalan,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai, Irwansyah, menyatakan sikap tegas masyarakat adat. Ia menegaskan bahwa jika ada pihak yang merugikan atau mengambil hak masyarakat, maka pihaknya akan mempertahankan hak tersebut.

Namun demikian, masyarakat Rantau Kasai menegaskan tidak bersikap serakah dan tetap terbuka untuk berbagi, selama tidak ada upaya merebut lahan yang telah dikuasai secara sah.

Selain itu, masyarakat juga menolak segala bentuk kriminalisasi dan mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memecah belah persatuan adat.

Mereka turut menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan selama situasi berlangsung. *(SPA)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *