Usai Membunuh Nenek di Pekanbaru, 4 Pelaku Pesta Narkoba, polisi : Mereka Happy-happy .
Pembunuhan nenek Dumaris (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, melibatkan 4 orang pelaku, dua laki-laki dan dua perempuan. Keempat pelaku berinisial AFT (21), SL (34), EW (39) dan L (22).
Dalang dalam kasus ini adalah, AFT, yang merupakan menantu korban. Polisi mengungkapkan, setelah menghabisi nyawa korban, para pelaku kabur ke Medan, Sumatera Utara. Di sana mereka sempat pesta narkoba.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua menjelaskan, para pelaku membunuh dan merampok korban pada Rabu (28/4/2026), sekitar jam 10.30 WIB. “Setelah melakukan aksinya, hari itu juga para pelaku langsung kabur ke Medan,” ujar Hasyim saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).
Para pelaku sampai ke Medan pada Kamis (29/4/2026) malam. Malam harinya, mereka masuk ke salah satu tempat hiburan malam.
Mereka belum sempat membagi hasil merampok. Malam Jumat itu sampai di Medan, mereka cari kelab malam. Di situ mereka pesta narkoba menggunakan pil ekstasi. Mereka happy-happy,” ungkap Hasyim. Sepasang pelaku, EW dan L, diturunkan di Binjai, Sumatera Utara. Sementara pelaku eksekutor, SL dan otak pelaku, AFT, kabur ke Aceh Tengah, Aceh. Pasangan nikah siri ini sembunyi di sebuah kos-kosan milik saudara SL. “Jadi semua barang bukti hasil merampok dipegang oleh AFT. Dalam tas itu ada perhiasan emas, uang, laptop, hingga jam tangan,” sebut Hasyim.
Positif konsumsi narkoba Dari hasil pemeriksaan urine, keempat pelaku positif mengkonsumsi narkoba. Diberitakan sebelumnya, seorang wanita lansia bernama Dumaris (60), tewas dibunuh perampok di rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (29/4/2026) pagi.
Aksi pembunuhan dan pencurian itu terekam kamera pengawas (CCTV) di luar dan dalam rumah korban. Pelaku diduga berjumlah empat orang. Dua orang lelaki dan dua perempuan.
Adapun, pelaku yang mengeksekusi korban adalah seorang pria. Pelaku memukul kepala korban dengan kayu balok secara berulang kali. Pria tersebut sadar aksi terekam kamera CCTV, lalu merusaknya dengan dipukul kayu balok.
Mirisnya, dalam kasus ini salah satu pelaku wanita adalah menantu korban yang diketahui berinisial AFT. Dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban dibawa kabur oleh para pelaku. Para pelaku diduga mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan handphone.













